100%
Sekjen
JAKARTA – Sekretaris Jenderal Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT) Taufik Madjid menerima audiensi perusahaan transportasi asal Jepang, WILLER GROUP, di Kantor Kemendes PDT, Jakarta, Kamis (8/10/2026). Pertemuan tersebut menjadi ruang penjajakan peluang kerja sama pengembangan sumber daya manusia (SDM) desa melalui pendidikan, pelatihan keterampilan, dan kesempatan berkarier di industri transportasi Jepang, dengan mengkaji program pengembangan tenaga profesional yang diperkenalkan perusahaan.
WILLER GROUP merupakan perusahaan asal Jepang yang bergerak di bidang transportasi dan layanan mobilitas. Melalui sejumlah unit usahanya, perusahaan tersebut mengembangkan transportasi antarkota, transportasi perkotaan, layanan perjalanan, serta teknologi mobilitas di Jepang dan beberapa negara Asia.
Salah satu program yang diperkenalkan melalui profil perusahaan adalah pengembangan tenaga pengemudi bus profesional atau Highway Pilot. Program ini dirancang untuk membekali peserta dengan kemampuan mengemudi, pemahaman keselamatan transportasi, penguasaan bahasa Jepang, serta standar pelayanan profesional.
Dalam skema yang dipaparkan, WILLER GROUP membuka peluang bagi calon tenaga kerja Indonesia berusia 18 hingga 33 tahun dengan pendidikan minimal SMA, SMK, atau sederajat. Kandidat juga dipersyaratkan memiliki surat izin mengemudi, kondisi kesehatan yang baik, serta motivasi untuk mengikuti pendidikan dan bekerja di Jepang.
Program tersebut mencakup pendidikan bahasa Jepang, pelatihan keterampilan mengemudi, pembelajaran keselamatan transportasi, serta praktik kerja. Masa pelatihan dirancang sekitar 10 bulan, dengan tahapan pembelajaran yang dilaksanakan di Indonesia dan Jepang sebelum peserta memasuki dunia kerja profesional.
Berdasarkan dokumen perusahaan, peserta pada masa pelatihan ditawarkan nominal sebesar 200.000 yen per bulan.
Sementara itu, setelah memasuki tahap pekerjaan sebagai Highway Pilot, perusahaan mencantumkan kisaran penghasilan nominal 300.000 hingga 450.000 yen per bulan. Ketentuan tersebut merupakan informasi program dari perusahaan dan masih memerlukan pendalaman lebih lanjut.
Tidak hanya membuka kesempatan bekerja di luar negeri, WILLER GROUP juga memperkenalkan konsep pengembangan karier berkelanjutan. Peserta yang telah memperoleh keterampilan dan pengalaman profesional di Jepang diarahkan untuk kembali ke Indonesia dan berkontribusi dalam pengembangan layanan transportasi maupun kegiatan ekonomi produktif.
Dalam rencana jangka panjangnya, perusahaan memperkenalkan gagasan pendirian PT WILLER EXPRESS Indonesia sebagai wadah pengembangan layanan transportasi sekaligus peluang kerja bagi tenaga profesional yang kembali dari Jepang.
Bagi Kemendes PDT, model peningkatan keterampilan tersebut memiliki relevansi dengan upaya memperluas kesempatan pengembangan kapasitas generasi muda desa. Pengalaman kerja internasional dapat menjadi bekal untuk meningkatkan kemampuan teknis, kedisiplinan, manajemen pelayanan, serta pengembangan kewirausahaan.
Potensi tersebut juga membuka ruang pemanfaatan keterampilan bagi pengembangan ekonomi lokal, termasuk sektor transportasi, pariwisata desa, dan layanan pendukung aktivitas usaha masyarakat.
Penjajakan peluang pengembangan SDM desa sejalan dengan semangat Asta Cita ke-6 Presiden Prabowo Subianto, yakni membangun dari desa dan dari bawah untuk pemerataan ekonomi dan pemberantasan kemiskinan.
Melalui penguatan kapasitas masyarakat dan perluasan jejaring kemitraan, Kemendes PDT diharapkan dapat mendorong terciptanya sumber daya manusia desa yang terampil, produktif, dan mampu memanfaatkan peluang ekonomi, baik di dalam maupun luar negeri.
***
Teks: Ofa
Foto: Wening