100%
Biro Organisasi, SDM dan Reformasi Birokrasi
JAKARTA – Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT) bekerja sama dengan Badan Kepegawaian Negara (BKN) menyelenggarakan Profiling ASN (ProASN) 2026 untuk memetakan potensi, kompetensi, dan minat karier aparatur secara objektif dan terukur. Sebanyak 428 pegawai Kemendes PDT dijadwalkan mengikuti asesmen yang dilaksanakan di sejumlah titik lokasi BKN pada 1–15 Oktober 2026.
Program ini menjadi salah satu upaya mendukung pengelolaan sumber daya manusia aparatur berbasis kompetensi dan potensi. Hasil pemetaan diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan dalam pengembangan karier, penempatan pegawai, serta perencanaan kebutuhan dan pengembangan kompetensi ASN di lingkungan Kemendes PDT.
Pelaksanaan asesmen di wilayah pusat berlangsung pada 13–15 Oktober 2026 di Laboratorium Computer Assisted Test (CAT) 2 Titik Lokasi Kantor BKN Pusat, Cililitan, Jakarta Timur. Sebanyak 404 pegawai terdaftar mengikuti tes di lokasi tersebut dengan pembagian dua sesi setiap hari, yakni Sesi I pukul 08.30–11.30 WIB dan Sesi II pukul 13.00–16.00 WIB.
Sementara itu, pelaksanaan di daerah mencakup Titik Lokasi Kantor Regional IX BKN Jayapura pada 1 Oktober 2026, Titik Lokasi UPT BKN Bengkulu dan Titik Lokasi Kantor Regional IV BKN Makassar pada 8 Oktober 2026, serta Titik Lokasi UPT BKN Ambon pada 15 Oktober 2026. Peserta di masing-masing lokasi terdiri atas 2 (dua) pegawai dari Balai Jayapura, 4 (empat) Pegawai dari Balai Bengkulu, 12 (dua belas) pegawai dari Balai Makassar, dan 7 (tujuh) pegawai dari Balai Ambon. Dengan demikian, total peserta yang terdata mencapai 429 pegawai.

Dalam pelaksanaan asesmen ini, peserta mengerjakan berbagai instrumen pengukuran menggunakan sistem CAT. Materi yang diujikan meliputi Tes Potensi, Tes Kompetensi Manajerial dan Sosial Kultural, Literasi Digital, Tripatha Karier, serta Talent DNA. Instrumen tersebut dirancang untuk memberikan gambaran mengenai kapasitas individu, kompetensi dalam menjalankan tugas, kemampuan digital, serta kecenderungan minat dan potensi karier.
Rangkaian asesmen mencakup 531 soal untuk Tes Potensi, Kompetensi Manajerial dan Sosial Kultural, serta Literasi Digital, disertai instrumen Tripatha Karier dan Talent DNA. Tripatha Karier menggunakan pendekatan Holland RIASEC untuk memetakan minat karier, sedangkan Talent DNA menggunakan instrumen dari ESQ. Seluruh rangkaian tes dilaksanakan sesuai alokasi waktu dan ketentuan yang ditetapkan oleh BKN selaku penyelenggara.
Untuk memastikan kelancaran pelaksanaan, masing-masing peserta diwajibkan mematuhi tata tertib, mempersiapkan diri baik fisik dan mental dalam menjawab soal yang membutuhkan kurang lebih 3 jam, dan mengikuti seluruh rangkaian pelaksanaan asesmen.
Melalui ProASN 2026, diharapkan dapat mempercepat implementasi Sistem Manajemen Talenta di lingkungan Kemendes PDT melalui pemetaan yang lebih komprehensif mengenai profil pegawai yang menjadi data dasar yang valid dan terintegrasi dalam Sistem Manajemen Talenta (SIMATA) ASN BKN. Selanjutnya pemetaan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat pengelolaan talenta dan pengembangan sumber daya manusia aparatur yang profesional, kompeten, serta selaras dengan kebutuhan organisasi.
Penulis: Mukhlis As